(Akankah Reformasi akan terwujud setelah 10 Tahun ini ?
Dengan Konsep yang Islam ajarkan Islam menjawab pasti bisa )
Tulisan ini Pernah dimuat SKH Sinar Kalimantan Edisi 12, Rabu, 12 November 2008, dengan judul DIBUTUHKAN KONTROL SOSIAL
Reformasi sudah dimulai sejak 10 tahun yang lalu, tentu kita masih ingat hal memilukan dan memalukan yang mengawali sebuah perjuangan reformasi tersebut, memilukan karena banyak manusia-manusia yang tak berdosa menjadi korban didalam awal sebuah perubahan, memalukan karena kita sebagai bangsa besar yang sangat dikagumi oleh bangsa lain dengan keramahan pribadinya, seakan-akan tidak mempunyai kecerdasan di dalam pelaksanaan dan perubahan bangsa ini, yang katanya reformasi. awalnya tentu dengan reformasi tersebut kita sangat berharap dan sedikit bertanya benarkah reformasi itu akan terjadi?.
Minggu, 26 April 2009
Kamis, 12 Maret 2009
ABORSI CARA BATHIL UNTUK MENYUCIKAN DIRI
Oleh: ABDI SAPUTRA, SH.
Kemajuan Ilmu dan Teknologi di segala bidang, tidak terkecuali Ilmu Kesehatan (medis), secara tidak langsung telah mempengaruhi manusia untuk terus mengikutinya, namun apabila kemajuan tersebut tidak di seimbangkan dengan kemajuan Iman dan Taqwa serta control social yang dinamis dan bertanggung jawab tidak menutup kemungkinan akan terjadi bahaya laten yang meracuni manusia itu sendiri.
Seperti zaman ini dimana banyaknya kemajuan ilmu dan teknologi disalah gunakan akibat lemahnya Iman dan ketaqwaan seseorang, hingga terjadi berbagai kemaksiatan dengan dalih teknologi, memang di zaman kita sekarang semua jalan menuju maksiat terbuka, dan syaitan ikut andil memudahkan jalan dengan tipu dayanya dan maker teman-teman setianya, serta di ikuti oleh orang-orang durhaka dan bejat, ketika penglihatan haram sudah umum dilakukan, campur baur (pergaulan bebas) meraja lela, majalah-majalah vulgar dan film-film porno menjadi tontonan laris, pusat-pusat transaksi sex tumbuh menjamur sehingga perbuatan terlarang bukan suami istri (perzinahan) dan perkosaan kian menjadi serta aborsi pun bukan suatu yang aneh dan ditakuti yang dilakukan antara koalisi sang ahli pencabut nyawa (tenaga medis/dukun beranak) dengan keterbelakangan sosial pelakunya di suatu masyarakat.
Kemajuan Ilmu dan Teknologi di segala bidang, tidak terkecuali Ilmu Kesehatan (medis), secara tidak langsung telah mempengaruhi manusia untuk terus mengikutinya, namun apabila kemajuan tersebut tidak di seimbangkan dengan kemajuan Iman dan Taqwa serta control social yang dinamis dan bertanggung jawab tidak menutup kemungkinan akan terjadi bahaya laten yang meracuni manusia itu sendiri.
Seperti zaman ini dimana banyaknya kemajuan ilmu dan teknologi disalah gunakan akibat lemahnya Iman dan ketaqwaan seseorang, hingga terjadi berbagai kemaksiatan dengan dalih teknologi, memang di zaman kita sekarang semua jalan menuju maksiat terbuka, dan syaitan ikut andil memudahkan jalan dengan tipu dayanya dan maker teman-teman setianya, serta di ikuti oleh orang-orang durhaka dan bejat, ketika penglihatan haram sudah umum dilakukan, campur baur (pergaulan bebas) meraja lela, majalah-majalah vulgar dan film-film porno menjadi tontonan laris, pusat-pusat transaksi sex tumbuh menjamur sehingga perbuatan terlarang bukan suami istri (perzinahan) dan perkosaan kian menjadi serta aborsi pun bukan suatu yang aneh dan ditakuti yang dilakukan antara koalisi sang ahli pencabut nyawa (tenaga medis/dukun beranak) dengan keterbelakangan sosial pelakunya di suatu masyarakat.
Jumat, 27 Februari 2009
ANTARA MENGHUKUM DAN MENDIDIK ANAK
Oleh: Abdi Saputra, SH.
Memang aneh, di sebuah Negara seperti Indonesia yang berdasarkan atas dan menjunjung tinggi Hukum, masih banyak terjadi ketimpangan-ketimpangan dan ketidak adilan dalam menerapkan serta melaksanakan Hukum itu sendiri.
Seperti beberapa hari terakhir ini, muncul kembali video-video kekerasan di kalangan pelajar maupun dimasyarakat, yang sangat mengkhawatirkan ketika sebuah video yang menayangkan dimana seoarang anak kecil yang kedapatan mencuri dihajar habis-habisan oleh masyarakat setempat bahkan mengacu pada pelecehan sexual dengan ditelanjanginya anak tersebut. Masih banyaknya sikap main hakim sendiri dikalangan masyarakat kita mungkin saja dilatar belakangi oleh ketidak fahaman mereka serta kekecewaan mereka terhadap ketegasan Hukum di Negara ini.
Memang aneh, di sebuah Negara seperti Indonesia yang berdasarkan atas dan menjunjung tinggi Hukum, masih banyak terjadi ketimpangan-ketimpangan dan ketidak adilan dalam menerapkan serta melaksanakan Hukum itu sendiri.
Seperti beberapa hari terakhir ini, muncul kembali video-video kekerasan di kalangan pelajar maupun dimasyarakat, yang sangat mengkhawatirkan ketika sebuah video yang menayangkan dimana seoarang anak kecil yang kedapatan mencuri dihajar habis-habisan oleh masyarakat setempat bahkan mengacu pada pelecehan sexual dengan ditelanjanginya anak tersebut. Masih banyaknya sikap main hakim sendiri dikalangan masyarakat kita mungkin saja dilatar belakangi oleh ketidak fahaman mereka serta kekecewaan mereka terhadap ketegasan Hukum di Negara ini.
Langganan:
Postingan (Atom)