(Akankah Reformasi akan terwujud setelah 10 Tahun ini ?
Dengan Konsep yang Islam ajarkan Islam menjawab pasti bisa )
Tulisan ini Pernah dimuat SKH Sinar Kalimantan Edisi 12, Rabu, 12 November 2008, dengan judul DIBUTUHKAN KONTROL SOSIAL
Reformasi sudah dimulai sejak 10 tahun yang lalu, tentu kita masih ingat hal memilukan dan memalukan yang mengawali sebuah perjuangan reformasi tersebut, memilukan karena banyak manusia-manusia yang tak berdosa menjadi korban didalam awal sebuah perubahan, memalukan karena kita sebagai bangsa besar yang sangat dikagumi oleh bangsa lain dengan keramahan pribadinya, seakan-akan tidak mempunyai kecerdasan di dalam pelaksanaan dan perubahan bangsa ini, yang katanya reformasi. awalnya tentu dengan reformasi tersebut kita sangat berharap dan sedikit bertanya benarkah reformasi itu akan terjadi?.
Minggu, 26 April 2009
Kamis, 12 Maret 2009
ABORSI CARA BATHIL UNTUK MENYUCIKAN DIRI
Oleh: ABDI SAPUTRA, SH.
Kemajuan Ilmu dan Teknologi di segala bidang, tidak terkecuali Ilmu Kesehatan (medis), secara tidak langsung telah mempengaruhi manusia untuk terus mengikutinya, namun apabila kemajuan tersebut tidak di seimbangkan dengan kemajuan Iman dan Taqwa serta control social yang dinamis dan bertanggung jawab tidak menutup kemungkinan akan terjadi bahaya laten yang meracuni manusia itu sendiri.
Seperti zaman ini dimana banyaknya kemajuan ilmu dan teknologi disalah gunakan akibat lemahnya Iman dan ketaqwaan seseorang, hingga terjadi berbagai kemaksiatan dengan dalih teknologi, memang di zaman kita sekarang semua jalan menuju maksiat terbuka, dan syaitan ikut andil memudahkan jalan dengan tipu dayanya dan maker teman-teman setianya, serta di ikuti oleh orang-orang durhaka dan bejat, ketika penglihatan haram sudah umum dilakukan, campur baur (pergaulan bebas) meraja lela, majalah-majalah vulgar dan film-film porno menjadi tontonan laris, pusat-pusat transaksi sex tumbuh menjamur sehingga perbuatan terlarang bukan suami istri (perzinahan) dan perkosaan kian menjadi serta aborsi pun bukan suatu yang aneh dan ditakuti yang dilakukan antara koalisi sang ahli pencabut nyawa (tenaga medis/dukun beranak) dengan keterbelakangan sosial pelakunya di suatu masyarakat.
Kemajuan Ilmu dan Teknologi di segala bidang, tidak terkecuali Ilmu Kesehatan (medis), secara tidak langsung telah mempengaruhi manusia untuk terus mengikutinya, namun apabila kemajuan tersebut tidak di seimbangkan dengan kemajuan Iman dan Taqwa serta control social yang dinamis dan bertanggung jawab tidak menutup kemungkinan akan terjadi bahaya laten yang meracuni manusia itu sendiri.
Seperti zaman ini dimana banyaknya kemajuan ilmu dan teknologi disalah gunakan akibat lemahnya Iman dan ketaqwaan seseorang, hingga terjadi berbagai kemaksiatan dengan dalih teknologi, memang di zaman kita sekarang semua jalan menuju maksiat terbuka, dan syaitan ikut andil memudahkan jalan dengan tipu dayanya dan maker teman-teman setianya, serta di ikuti oleh orang-orang durhaka dan bejat, ketika penglihatan haram sudah umum dilakukan, campur baur (pergaulan bebas) meraja lela, majalah-majalah vulgar dan film-film porno menjadi tontonan laris, pusat-pusat transaksi sex tumbuh menjamur sehingga perbuatan terlarang bukan suami istri (perzinahan) dan perkosaan kian menjadi serta aborsi pun bukan suatu yang aneh dan ditakuti yang dilakukan antara koalisi sang ahli pencabut nyawa (tenaga medis/dukun beranak) dengan keterbelakangan sosial pelakunya di suatu masyarakat.
Jumat, 27 Februari 2009
ANTARA MENGHUKUM DAN MENDIDIK ANAK
Oleh: Abdi Saputra, SH.
Memang aneh, di sebuah Negara seperti Indonesia yang berdasarkan atas dan menjunjung tinggi Hukum, masih banyak terjadi ketimpangan-ketimpangan dan ketidak adilan dalam menerapkan serta melaksanakan Hukum itu sendiri.
Seperti beberapa hari terakhir ini, muncul kembali video-video kekerasan di kalangan pelajar maupun dimasyarakat, yang sangat mengkhawatirkan ketika sebuah video yang menayangkan dimana seoarang anak kecil yang kedapatan mencuri dihajar habis-habisan oleh masyarakat setempat bahkan mengacu pada pelecehan sexual dengan ditelanjanginya anak tersebut. Masih banyaknya sikap main hakim sendiri dikalangan masyarakat kita mungkin saja dilatar belakangi oleh ketidak fahaman mereka serta kekecewaan mereka terhadap ketegasan Hukum di Negara ini.
Memang aneh, di sebuah Negara seperti Indonesia yang berdasarkan atas dan menjunjung tinggi Hukum, masih banyak terjadi ketimpangan-ketimpangan dan ketidak adilan dalam menerapkan serta melaksanakan Hukum itu sendiri.
Seperti beberapa hari terakhir ini, muncul kembali video-video kekerasan di kalangan pelajar maupun dimasyarakat, yang sangat mengkhawatirkan ketika sebuah video yang menayangkan dimana seoarang anak kecil yang kedapatan mencuri dihajar habis-habisan oleh masyarakat setempat bahkan mengacu pada pelecehan sexual dengan ditelanjanginya anak tersebut. Masih banyaknya sikap main hakim sendiri dikalangan masyarakat kita mungkin saja dilatar belakangi oleh ketidak fahaman mereka serta kekecewaan mereka terhadap ketegasan Hukum di Negara ini.
Jumat, 20 Februari 2009
MEMILIH PEMIMPIN DENGAN CERDAS
Oleh: ABDI SAPUTRA, SH.
Tulisan ini Pernah dimuat SKH Sinar Kalimantan Edisi 93, Senin, 23 Februari2009
Dengan akan berakhirnya Pemerintahan Lama dan atas terbentuknya Pemerintahan yang baru, tak diindahkan perebutan jabatan kian ramai terjadi, yang pasti dengan pergantian pejabat dalam banyak posisi.
Untuk memeperoleh jabatan, banyak yang menginginkannya dengan cara instans, dimana segala sesuatu dibikin segera dan serba cepat, termasuk dalam mempromosikan diri sebagai calon pemimpin dengan janji mensejahterakan dan mengabdi pada rakyat, mereka seakan-akan mengkultuskan diri seperti malaikat yang akan membawa perubahan yang lebih baik, walaupun apa yang mereka lakukan dalam mepromosikan diri sebagian bertentangan dengan peraturan yang berlaku, nyatanya mereka tidak peduli yang penting promosi mereka berjalan dan menghasilkan suara terbanyak, seperti berkurangnya pemandanngan kota, akibat tidak mengindahkan tata kota dengan penempatan baliho/gambar-gambar calon pemimpin yang sembarangan.
Tulisan ini Pernah dimuat SKH Sinar Kalimantan Edisi 93, Senin, 23 Februari2009
Dengan akan berakhirnya Pemerintahan Lama dan atas terbentuknya Pemerintahan yang baru, tak diindahkan perebutan jabatan kian ramai terjadi, yang pasti dengan pergantian pejabat dalam banyak posisi.
Untuk memeperoleh jabatan, banyak yang menginginkannya dengan cara instans, dimana segala sesuatu dibikin segera dan serba cepat, termasuk dalam mempromosikan diri sebagai calon pemimpin dengan janji mensejahterakan dan mengabdi pada rakyat, mereka seakan-akan mengkultuskan diri seperti malaikat yang akan membawa perubahan yang lebih baik, walaupun apa yang mereka lakukan dalam mepromosikan diri sebagian bertentangan dengan peraturan yang berlaku, nyatanya mereka tidak peduli yang penting promosi mereka berjalan dan menghasilkan suara terbanyak, seperti berkurangnya pemandanngan kota, akibat tidak mengindahkan tata kota dengan penempatan baliho/gambar-gambar calon pemimpin yang sembarangan.
Selasa, 10 Februari 2009
BAHAYA S T M J
Oleh: ABDI SAPUTRA, SH.
Pasti Kita semua sudah mengenal singkatan STMJ, yang sering digunakan sebagai salah satu komposisi dalam minuman peningkat vitalitas, mungkin pikiran kita tertuju pada “Susu Telor Madu Jahe” (STMJ), namun STMJ yang dimaksud adalah singkatan dari “Sholat Terus maksiat Jalan” , sebuah kata yang pengertian serta apabila dilakukan merupakan perkara bahaya besar.
Istilah tersebut sering kita dengar dimasyrakat terutama dikalangan anak muda sebagai salah satu bentuk kalimat canda bahkan mengucapkannya menimbulkan suatu kebanggan. Kalau kita sikapi dan telaah kalimat tersebut telah menghina bahkan telah bermaksiat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya yaitu dengan menyepelekan, mengingkari dengan menyeimbangkan suatu kebaikan dengan suatu keburukan.
Pasti Kita semua sudah mengenal singkatan STMJ, yang sering digunakan sebagai salah satu komposisi dalam minuman peningkat vitalitas, mungkin pikiran kita tertuju pada “Susu Telor Madu Jahe” (STMJ), namun STMJ yang dimaksud adalah singkatan dari “Sholat Terus maksiat Jalan” , sebuah kata yang pengertian serta apabila dilakukan merupakan perkara bahaya besar.
Istilah tersebut sering kita dengar dimasyrakat terutama dikalangan anak muda sebagai salah satu bentuk kalimat canda bahkan mengucapkannya menimbulkan suatu kebanggan. Kalau kita sikapi dan telaah kalimat tersebut telah menghina bahkan telah bermaksiat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya yaitu dengan menyepelekan, mengingkari dengan menyeimbangkan suatu kebaikan dengan suatu keburukan.
SUGESTI BURUK AWAL KEPERCAYAAN SESAT
-->
Oleh: ABDI SAPUTRA, SH.
Tulisan ini pernah dimuat di SKH Banjarmasin Post, pada tanggal 17 Februari 2009. dan pada SKH Sinar Kalimantan,Edisi 84 tanggal 12 Februari 2009
Akhir tahun 2008 lalu, ramai orang membicarakan bahwa serta mengkhawatirkan tentang ramalan-ramlan yang dilontarkan seseorang, baik dalam dunia keartisan, politik, ekonomi, budaya, social maupun terhadap keadaan suatu daerah.
Dimana Banjarmasin pun tak luput dari dari ramalannya, ketika ia mengatakan bahwa bsebuah pusat perbelanjaan di Banjarmasin akan runtuh. Sungguh hal tersebut bukan sebuah pernyataan yang didasarkan pada ilmu pengetahuan, yang jeleknya masih banyak orang yang percaya begitu saja terhadap ramalan tersebut tanpa mau mengetahui tentang kebenarannya, bahkan kepercayaan tersebut konon ceritanya berdampak pada berkurangnya atau sepinya pengunjung untuk berbelanja ke tempat tersebut.
Minggu, 01 Februari 2009
PERNIKAHAN DINI
Oleh: ABDI SAPUTRA, SH.
Tulisan ini Perbah dimuat di SKH Sinar Kalimantan pada Edisi 66 Selasa 20 Januari 2009Pernikahan dibawah umur tentang sah atau tidaknya menikahkan anak perempuan yang belum baligh, menuai berbagai pendapat, banyak penolakan yang terjadi di negeri kita, salah satunya dari kaum muslimin itu sendiri yang notabene merupakan pemeluk agama Islam terbanyak didunia. Mereka menolak dengan menyampaikan isi hati dan akal pikiran mereka mereka tanpa rasa malu.
Sungguh ironis, Orang tua yang menikahkan putrinya sejak dini dengan laki-laki yang dianggap baik dan sekufu justru disalahkan. Bahkan ada yang mengatakan bahwa oaring tua yang menikahkan putrinya dibawah umur tersebut memaksa putrinya, meeampas hak anak, melanggar HAM, bertindak aniaya, dan melakukan pelecehan seksual serta mereka dinilai tidak memberikan hak-hak anak untuk berkarier.
KECURANGAN-KECURANGAN DEMOKRASI
Oleh: ABDI SAPUTRA, SH
Dikutip dari majalah AL-FURQON Edisi 05 th. Ke-8 1429/2008
Dikutip dari majalah AL-FURQON Edisi 05 th. Ke-8 1429/2008
Demokrasi yang merupakan produk musuh-musuh Islam menyelisihi syari’at Islam dari Banyak sisi:
Pertama: Dilandaskan di atas partai-partai yang saling berseteru:
Sedangkan Islam mengasung kepada persaatuan dan mencela perpecahan, Alloh SWT berfirman:
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Alloh, dan janganlah kamu bercerai berai… (QS. Ali Imron [3]:103)
Dan Alloh berfirman:
Dan janganlah kamu mnyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat. (QS. Ali Imron [3]:105)
CINTA SESUNGGUHNYA
Oleh: ABDI SAPUTRA, SH.
Berbicara tetang cinta tak lepas dari kehidupan. Cinta begitu akrab dengan dunia empiris dimana manusia hidup, mulai dari kehidupan dalam kandungan cinta sudah menjadi tema dan perilaku manusia (fitrah manusia), seperti cinta Ibu dan anaknya, menjadi anak-anak cintapun tetap menghias kehidupan, apalagi menginjak remaja cinta menjadi sebuah nafas kehidupan yang begitu lekat.
Ketika cinta asmara bergejolak, dapat menuntut keintiman serta kesyahduan, menceritakan cinta membinarkan mata, memerahkan pipi, membuat senyum manis tercipta. Mengingatnya, ratusan pujian dan syair-syair penumbuh suasana pun terlontar dari bibir yang tak pernah dan tak pantas mengucapkannya kepada yang dikasihinya, sehingga yang dikasihinya begitu tampak sempurna.
Namun, ketika cinta itu telah berpaling dan sirna, duniapun terasa hampa, makan tak enak tidurpun tiada nyenyak, berjuta kata makian terlempar dari bibir yang sepantasnya berucap kebaikan, hidup dianggap tidak adil, bahkan tidak sedikit karena kehilangan cinta menjadi terluka dan tersesat dan mengarah keperbuatan menzalimi diri sendiri hingga bunuh diri.
MENYOROTI VALENTINE’S DAY
( Sebuah Tradisi Beracun )
Oleh : ABDI SAPUTRA, SH.
Tulisan ini Pernah dimuat di SKH Sinar Kalimantan pada Edisi 69, Jum'at 23 Januari 2009 dengan Judul PERAYAAN YANG SESAT
Oleh : ABDI SAPUTRA, SH.
Tulisan ini Pernah dimuat di SKH Sinar Kalimantan pada Edisi 69, Jum'at 23 Januari 2009 dengan Judul PERAYAAN YANG SESAT
Setiap Februari menjelang, banyak remaja Indonesia yang notabene mengaku bergama Islam ikut-ikutan sibuk mempersiapkan parayaan pada tanggal 14 Februari yang identik dengan sebuah perayaan yang sangat istimewa yang sering disebut dengan Valentine’s Day, dimana pada hari tersebut mereka (yang merayakannya) dengan mengungkapkan rasa sayang dan cinta kepada orang-orang yang diinginkannya. Perayaan ini semakin menjamur dimana-mana Pada tahun 1980-an, dan hal ini merupakan kesempatan bagi pembisnis-pembisnis yang mengambil moment tersebut untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya dengan berbagai event.
LARANGAN-LARANGAN YANG TERABAIKAN
MEMAKAI EMAS BAGI LAKI-LAKI
Oleh: ABDI SAPUTRA, SH.
Dikutip dari LARANGAN YANG TERABAIKAN
Tulisan dari Muhammad Sholeh Al Munajjid,
Komentar Syekh Abdul Aziz Bin Baz
Oleh: ABDI SAPUTRA, SH.
Dikutip dari LARANGAN YANG TERABAIKAN
Tulisan dari Muhammad Sholeh Al Munajjid,
Komentar Syekh Abdul Aziz Bin Baz
Diriwayatkan dari Abu Musa Al-Asy’ary RA, bahwa Nabi SAW bersabda :
“Dihalalkan sutera dan emas bagi kaum wanita dari umatku, dan diharamkan atas kaum laki-lakinya.” ( HR. Ahmad (4/393). Lihat Shahih Al Jami’ (207) ).
Pada zaman sekarang kita dapatkan di pasar-pasar beberapa jenis barang industri yang dirancang khusus untuk kaum laki-laki, seperti jam tangan, kaca mata, kancing baju, pena, rantai dan medali, dengan jenis dan kadar emas yang bermacam-macam, atau yang disepuh dengan emas secara total. Dan termasuk suatu hal yang mungkar apa yang diumumkan pada hadiah-hadiah beberapa perlombaan atau sayemabara, berupa bingkisan “Jam tangan emas untuk pria”
Dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW pernah melihat sebuah cincin emas di tangan seorang lelaki, lalu beliau menanggalkan dan membuangnya seraya bersabda: “Apakah seseorang di antara kamu sengaja mengambil bara api dan meletakkannya di tangannya?” Setelah Rasulullah SAW pergi, dikatakan kepada lelaki itu: “Ambillah cincinmu dan pergunakan (pada Allah, sayatidak akan mengambilnya selama-lamanya, sedangkan Rasulullah SAW telah membuangnya.” ( HSR. Muslim (3/1655)).
HADAPI COBAAN DENGAN CERDAS
Oleh: ABDI SAPUTRA, SH.
Cobaan datang silih berganti, dari kerusakan fisik berupa bencana alam sampai krisis moral di Negeri ini. Dari tsunami hingga kebakaran, dari KKN, ketidak adilan hingga saling menyalahkan. Kita mengetahui dan menyadari bahwa kehancuran dimuka bumi ini adalah akibat dari ulah/kesalahan kita (manusia) sendiri, namun apakah kita sudah benar-benar menyadari dan segera memperbaikinya dengan perbuatan maupun sikap dan hati kita.
Bukanlah saatnya kita saling menyalahkan satu sama lain, cobalah kita bersikap cerdas, dengan intropeksi serta memperbaikinya. Dalam menghadapi segala cobaan dan musibah, sikap yang Pertama kali kita lakukan adalah, bertaubat dengan sungguh-sungguh atas kesalahan-kesalahan kita masa lalu dan terus meningkatkan keimanan serta ketaqwaan kita dengan sebenar-benarnya taqwa yaitu menjalankan segala perintah Alloh SWT dan Rasul SAW dan menjauhi segala larangan Alloh SWT dan Rasul SAW, karena dengan iman dan taqwalah keberkahan akan melimpah serta mendatangkan kemudahan dalam setiap urusan kita. Seperti Firman Allah SWT : “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi…(QS. al-A’raf [7]:96), dan didalam Surah lain Allah SWT juga menerangkan: “… Dan barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (QS. ath-Tholaq [65]:4).
BELAJAR DARI SEBUAH KEGAGALAN
Oleh: ABDI SAPUTRA, SH.
Tulisan ini Pernah dimuat SKH Banjarmasin Post Pada Edisi Kamis, 29 Januari 2009 dan pada SKH Sinar Kalimantan Edisi 72, Rabu 28 Januari 2009Terkadang kita merasa gelisah, kecewa, marah, bahkan menganggap Alloh SWT tidak adil kepada kita, ketika kita mengalami sebuah kegagalan, dalam menjalani hidup untuk mencari yang lebih baik.
Seperti pada saat diumumkannya hasil seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), tidak sedikit yang kecewa dan menganggap dirinya buruk kerena tidak berutung dalam seleksi tersebut. Menurut data yang diterima peserta yang ikut seleksi tanggal 14 Desember lalu sekitar 23. 000 peserta, namun hanya sekitar 4000 peserta yang bersuka cita atas kelulusannya selebihnya 19. 000 peserta yang tidak beruntung dan kecewa atas hasil dari usahanya selama ini.
MELIRIK DUNIA PENDIDIKAN KITA
Oleh : Abdi Saputra, SH.
Tulisan ini Pernah dimuat SKH Sinar Kalimantan Edisi 11, Selasa 11 November 2008
Kenaikan gaji Guru yang telah disetujui oleh Panitia Kerja (Panja) Belanja Pusat dan Panitia Anggaran DPR sebanyak 100 persen untuk tahun 2009 nanti, merupakan kejutan yang menggembirakan. Namun apakah kenaikan gaji tersebut efektif dalam dunia pendidikan kita, baik itu dalam system belajar mengajar maupun dari pemahaman mengenai hakikat pendidikan sebenarnya yaitu proses pembelajaran untuk menemukan peran manusia sesungguhnya dimuka bumi ini.
IMPIAN YANG CERDAS
Oleh : Abdi Saputra, SH.
Tulisan ini Pernah dimuat SKH Sinar Kalimantan Edisi 17, Selasa 18 November 2008
Pada mulanya segala sesuatu dimulai dengan Impian.
Al-Qur’an telah menyajikan banyak contoh serta menggerakkan dan membangkitkan akal dan impian manusia. Diantaranya adalah tentang pembahasan yang diajukan oleh Nabi Ibrahim tertuang dalam surah al-An’am 75-79.
Dimana diceritakan bahwa Nabi Ibrahim sebagai moyangnya para Agaama dan Para Nabi memulai dengan Impian, Ibrahim mencoba mencari dan mencipta Tuhan, Ketika Dia melihat matahari yang menerangi alam semesta, Ibrahim Kegirangan Ia berkata Mataharilah Tuhannya, namum Ia sadar bahwa mustahil Tuhan menghilang sejalan datangnya petang hari, ketika matahari tak lagi menampakkan diri.
Al-Qur’an telah menyajikan banyak contoh serta menggerakkan dan membangkitkan akal dan impian manusia. Diantaranya adalah tentang pembahasan yang diajukan oleh Nabi Ibrahim tertuang dalam surah al-An’am 75-79.
Dimana diceritakan bahwa Nabi Ibrahim sebagai moyangnya para Agaama dan Para Nabi memulai dengan Impian, Ibrahim mencoba mencari dan mencipta Tuhan, Ketika Dia melihat matahari yang menerangi alam semesta, Ibrahim Kegirangan Ia berkata Mataharilah Tuhannya, namum Ia sadar bahwa mustahil Tuhan menghilang sejalan datangnya petang hari, ketika matahari tak lagi menampakkan diri.
KEBERANIAN PADA KEBENARAN
Oleh : Abdi Saputra, SH.
Tulisan ini Pernah dimuat SKH Sinar Kalimantan Edisi 14, Jum'at 14 November 2008
Tulisan ini Pernah dimuat SKH Sinar Kalimantan Edisi 14, Jum'at 14 November 2008
Tahukah Anda Dangsanakku apa yang dimaksud dengan keberanian sejati itu?
Dangsanak Bagaimana sikap kita mendapatkan teguran dari orang lain saat kita melakukan kesalahan? apakah kita menerimanya saja, mengingat dia orang yang kita segani atau orang yang kita takuti? Atau juga kita merasa sebel, jengkel dan merasa terhina karena peringatan itu datang dari orang yang kita tidak sukai atau datang dari orang yang kita anggap lebih rendah dari kita? Ataukah kita akan merasa cuek dengan kesalahan dan peringatan yang ditujukan kepada kita, atas dasar hidup kita adalah milik kita, atau kita merasa diri kita paling benar.
Dangsanak Bagaimana sikap kita mendapatkan teguran dari orang lain saat kita melakukan kesalahan? apakah kita menerimanya saja, mengingat dia orang yang kita segani atau orang yang kita takuti? Atau juga kita merasa sebel, jengkel dan merasa terhina karena peringatan itu datang dari orang yang kita tidak sukai atau datang dari orang yang kita anggap lebih rendah dari kita? Ataukah kita akan merasa cuek dengan kesalahan dan peringatan yang ditujukan kepada kita, atas dasar hidup kita adalah milik kita, atau kita merasa diri kita paling benar.
Langganan:
Postingan (Atom)