-->
Oleh: ABDI SAPUTRA, SH.
Tulisan ini pernah dimuat di SKH Banjarmasin Post, pada tanggal 17 Februari 2009. dan pada SKH Sinar Kalimantan,Edisi 84 tanggal 12 Februari 2009
Akhir tahun 2008 lalu, ramai orang membicarakan bahwa serta mengkhawatirkan tentang ramalan-ramlan yang dilontarkan seseorang, baik dalam dunia keartisan, politik, ekonomi, budaya, social maupun terhadap keadaan suatu daerah.
Dimana Banjarmasin pun tak luput dari dari ramalannya, ketika ia mengatakan bahwa bsebuah pusat perbelanjaan di Banjarmasin akan runtuh. Sungguh hal tersebut bukan sebuah pernyataan yang didasarkan pada ilmu pengetahuan, yang jeleknya masih banyak orang yang percaya begitu saja terhadap ramalan tersebut tanpa mau mengetahui tentang kebenarannya, bahkan kepercayaan tersebut konon ceritanya berdampak pada berkurangnya atau sepinya pengunjung untuk berbelanja ke tempat tersebut.
Manusia zaman sekarang memang aneh bin ajaib, dimana teknologi semakin maju, namun terkadang kepercayaan semakin terbelakang terhadap suatu hal. Masih banyaknya yang mempercayai dukun/paranormal atau lebih halusnya lagi orang pintar untuk menentukan nasibnya dengan ingin mengetahui keadaan yang akan dating tanpa ilmu. Kepercayaan tersebut tak hanya terbatas pada orang awam dan primitive saja, juga artis, pejabat, pengusaha, bahkan orang akademik yang setiap hari berkecimpung dengan ilmu pengetahuan pun ikut-ikutan. Padahal si Orang pintar/paranormal tersebut kehidupannya biasa-biasa saja.
Tak dipungkiri di dalam kehidupan sehari-hari kita menemukan banyaknya pria atau gadis yang ingin mendapatkan jodoh, orang yang ingin sembuh dari sakit, orang yang ingin cepat naik pangkat, orang yang ingin lulus cpns, orang yang ingincepat kaya, orang yang inginselamat dari gangguan orang lain atau makhluk lain, bahkan ada orang yang ingin mencelakakan orang lain, ternyata datangnya juga ke para normal/dukun.
Ketika kita simak kuatnya kepercayaan ini tak lerpas dari banyaknya latar belakang kehidupan kita yang kurang memahami kebenaran sesugguhnya, bahkan kebanyakan masyarakat kita sejak kecil ditanamkan sugesti-sugesti yang buruk tanpa alas an yang benar.sehingga dengan sendirinya menguat kepercayaan terhadap hal-hal tersebut.
Seperti sejak kecil ditanamkan ketakutan terhadap suatu benda atau keadaan, yang lambat laun secara priodik akan menciptakan rasa takut yang terus menerus hingga dewasa bahkan mengalami gangguan mental yang di dalam ilmu psikologi disebut phobia, padahal benda atau keadaan yang ditakuti tersebut belum tentu menghasilkan sebuah kerugian bisa saja sebaliknya mendatangkan keuntungan. Dari sugesti-sugesti buruk dan tidak mendidik seperti itu lah awal kepercayaan sesat terjadi.
Tidak ada seorang pun di dunia ini yang mengetahui hal ghaib kecuali Allahg SWT, dan Allah tidak akan memperlihatkan kepada seorang pun tentang hal ghaib kecuali kepada yang di ridhoiNya, seperti ayat yang yang diturunkan kepada Rasulullah Muhammad SAW, berbunyi: “Katakanlah: “ Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah.” Dan mereka tidak mengatahui bila mereka akan dibangkitkan,” (QS. an-Naml:65).
Dari ayat diatas semua manusia tidak mengetahui perkara ghaib, bagaimana mungkin kita mempercayai para normal/dukun yang katanya mengatahui perkara ghaib, dan mampu menolak semua musibah tau bala, sedangkan orang yang paling mulia di muka bumi ini, sekaligus Rasul yang paling mulia tidak mengetahui perkara tersebut tanpa ijin dari Allah. Dimana Allah memilih sebagian Rasul-Rasul yang di Ridhoi-Nya saja. Allah SWT berfirman: “(Dia adalah Tuhan) yang mengetahui yang ghaib maka dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang ghaib itu, kecuali kepada Rasul yang di ridhoi-Nya, maka sesungguhnya dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya.” (QS. Al Jin:26-27).
Sesungguhnya paranormal/dukun tidaklah mengabarkan perkara ghaib kecuali kebohongan/kedustaan. Jika benar maka kebenaran itu sangat jarang bahkan hanya sebuah kebetulan atau mendapat wangsit dari Jin yang dicuri dari para malaikat. Aisyah radhiallahu’anhu berkata: “Orang-orang bertanya kepada Rasulullah tentang dukun (paranormal, dan beliau bersabda: “Mereka tidak ada apa-apanya”. Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, mereka terkadang mengucapkan sesuatu yang kemudian betul-betul terjadi?” Beliau shollallahu ‘alaihi wassallam-menjawab,”itu adalah kata-kata yang benar, dicuri oleh Jin (dari langit), lalu dibisikkan kepada wali-walinya (para dukun), lalu para dukun itu menyempurnakannya dengan seratus kebohongan.” [HR. Al Bukhariy dalam shahih-nya (5762), Muslim (2228)].
Kurang cerdasnya kita, seandainya para dukun itu mengetahui segala sesuatu dengan dapat memperkaya orang lain, menyembuhkan penyakit, menghindari musibah dan bala, niscaya dalam hal kekayaan mereka akan mengambil harta yang tersimpan di dalam perut buni ini, sehingga mereka tidak lagi menjadi fakir yang kerjanya meminta-meminta dan mengelabui orang lain, hanya sekedar mencari sesuap nasi dengan cara bathil.
Rasulullah shollallahu ‘alaihi wassallam bersabda: “Barang siapa yang mendatangi peramal, kemudian menanyakan kepadanya tentang sesuatu, maka tidak akan diterima sholatnya selama empat puluh hari.” [HR. Muslim (2230)]. Di hadist lain Rasul memberi peringatan: “Barang siapa yang mendatangi dukun atau arraf (peramal) lalu membenarkan apa yang ia katakana, maka ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad.” [HR. Ahnad dalam Musnad-nya (2/429/no.9532); Al-Hakim dalam Al-Mustadrok (1/8 no. 15); Al Baihaqi (7/198/no.16274); dan di shahihkan oleh Syaikh Al Albaniy dalam shohoh At-Targhib (3047).
Cerdaslah kita atas peringatan dan ancaman tersebut, betapa sebenarnya kita sangat menghindari perkara-perkara yang keburukan dan kita selalu sangat berharap pada perkara-perkara kebaikan .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar